Archive for the ‘ My Life ’ Category

Management Issue

Management Issue

Beritaku muncul di koran-koran
Wajahku menghiasi majalah mingguan
Bahkan di kliping koran loak-an

Namun,
Ketika telah kau temukan diriku gila

Maka keluar sumpah serapah mulai dari sampah sampai teman-temannya jerapah
Maka terucap kutukan sampai tujuh turunan
Kau kirim ke alamat rumahku

Sedangkan,
Ribuan kali
teriakanku tak mampu menembus
lagu yang mendayu
dari headset yang menutupi telingamu

“Aku ini Gila!”

Letto | You and I

You and I
You takes away my chances and your suitcase
‘Coz you gonna leave this town
Leave me cold leave me alone
But it won’t show you my frown

Reff I:
‘Coz you and I… just you and I
There’s never been us
Don’t ask me why
Love and laughter

Spring to winter
With you my dear friend
Do you remember my love fairy
That’s look scary

I know that’s the word you said
Keeps me thinking and wondering uuh hu…
What is this burning feeling

Reff I I:
‘Coz you and I… just you and I
There’s never been us
Don’t ask me why

Need to move forward
But I’m too coward
On you my friend

Reff I I I:
You and I… just you and I
There’s never been us
Don’t ask me why

Just give me your finger
That one in the middle
Let’s laugh on this matter

Maybe you and me
Just never meant to be

Friendship never ends
Is not so bad anyhow
Maybe you and me

Just you and me
I really meant to be
Just you…

I’m Goat of Gembel

Prestasi tertinggi hidup sebagai manusia adalah bisa membahagiakan manusia lain. Jadi, karena saya terlanjur dipersaudarakan dengan anda sebagai seorang manusia, maka saya mempunyai kewajiban untuk merangkul anda semua ke dalam senyuman dan berusaha untuk tidak mencelakakan anda. Bagi saya itu cukup.

Berbeda kalau dulu saya dilahirkan sebagai kambing, maka kehidupan saya tidak akan cukup untuk membahagiakan anda. Untuk bisa membahagiakan anda, saya harus disembelih dahulu baru kemudian dikuliti dan dimasak gulai atau dibakar sebagai sate. Setelah dihidangkan di atas piring dan siap disantap, itulah kemuliaan yang dicari oleh seekor kambing.

Jadi kambing punya cinta?

Iya! Kalau tidak, bagaimana mungkin dia mau dijadikan santapan oleh manusia?

Cinta seekor kambing tidak pernah diperlihatkan kepada manusia yang dicintainya. Ditutupinya kecintaan itu dengan baunya yang prengus, kelakuan yang menjijikkan seperti buang kotoran di sembarang tempat (namanya juga kambing). Karena memang cinta tidak perlu diperlihatkan. Dan kalau perlu jangan sampai yang dicintai itu tahu kalau dia dicintai oleh kambing.Terus pembuktiannya apa kambing mencintai manusia?

Jancuk! Ndadak butuh pembuktian segala! Emangnya ini pengadilan? Cinta tidak membutuhkan pembuktian apapun! Tidak perlu alasan dan tidak perlu pembuktian.

Karena inti dari mencintai adalah berharap agar yang dicintai bisa bahagia. That’s enought! Wis cukup tekan kono tok, Cuk! Terserah dia mau bahagia gimana, dengan siapa, kapan, dimana, caranya apa? Terserah! Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia.

Jadi jangan lantas kalian semua wahai manusia mengatakan “aku mencintaimu wahai penghuni hatiku”. Sampah! Tanyakan dulu kepada dirimu, apakah kamu masih akan mencintainya kalau dia tidak menncintaimu juga? Tanyakan apakah kamu masih akan mencintainya kalau ternyata tidak bisa memilikinya? Kau butuh mencintainya? Atau butuh dicintai olehnya? Atau kau mencintainya agar dia juga mencintaimu? Sehingga alasan kamu mencintainya adalah karena butuh dicintai olehnya? Dan paling parah adalah mencintai untuk bisa memiliki, Wis jan gak elit blas! Pernahkah kau berpikir sekali saja tentang kebahagiaannya?

Kambing gak kenal sampah macam itu!

Jadi kambing tidak pernah membayangkan (apalagi sampai memaksakan) untuk hidup terus dengan manusia yang dicintainya. Karena puncak kecintaannya adalah ketika dia bersedia dijadikan sate untuk kebahagiaan umat manusia. Walaupun dia harus berpisah dengan manusia yang dicintainya dan bertemu dengan kematian.

Tetapi ada saat di mana kambing bertemu dengan manusia yang tidak menyukai masakan yang berasal dari kambing. Lantas, apakah kambing sakit hati? Cintanya yang dibayar dengan kematian tidak dihormati sama sekali dengan tidak mencicipi makanan dari dagingnya?

TIDAK! Kambing tidak sakit hati! Karena kambing mencintai manusia tidak dengan alasan apapun. Kambing tidak pernah berharap bahwa dia juga dicintai oleh manusia. Kebahagiaan kambing tidak berasal dari pengakuan cintanya oleh manusia.

Karena cinta kambing sangatlah sederhana. Tidak pernah mengharapkan apapun. Bagi kambing, dia butuh untuk mencintai. Tidak untuk dicintai. Karena kebahagiaan bagi kambing adalah ketika yang dicintainya bahagia.

Sebelum berpisah dengan cintanya, kambing akan berkata, “Aku akan selalu berdoa untukmu“. Ya! Cinta kambing sesederhana doa itu.

Seorang audience kemudian angkat tangan dan bertanya, “Dari mana anda tahu itu semua?”

Loh, anda pikir yang ngomong dari tadi manusia?

L’Arc en Ciel 20th Anniversary World Tour – Jakarta

It’s great to hear that L’Arc en Ciel will finally come into this town. After a year waiting in this uncertainty XD. I can not wait until May 2nd. To sing along their glorious songs, Blurry Eyes. And Hitomi no Jyuunin also, which means Living in Your Eyes. Oh God, it will be hot there.

Will you still ok to just look at the sky with your blurry eyes? Or you can come and join us there?

“Though your heart will stay distance, but at least I still can live in your eyes.”

So, Are you ready for Blurry Eyes?

Mungkinkah kata Asu cocok dengan kata Bajingan, errr atau lebih baik kata Jancuk?

Senja mulai menampakkan diri ketika Jhonni berhenti dan turun dari motornya di depan rumah mewah di kawasan kemang.

“Namaku Bento, rumah real estate, ….,” Jhonni mendekati pagar rumah sambil melanjutkan lagu Band terkenal itu.

Di pojokan jalan dia menoleh ke kanan dan ke kiri sebelum kemudian mengeluarkan barang berharga miliknya. “Ah.. lega…,” gumamnya ketika melaksanakan prosesi hajat yang sudah dia tahan sejak sejam yang lalu. Dan ketika sudah selesai, iseng-iseng dia membaca tulisan yang tertempel di pagar “Dilarang Kencing di sini Selain Anjing!” Sambil ngeloyor pergi dia mengomentari tulisan itu,

“Cuk, mana mungkin anjing bisa baca?” Sambil kembali ke motornya dendang lagu Band terkenal yang vokalisnya mirip dia terdengar lagi, “lalala lala la la la ….”

Emang si Jhonni sering dikatakai Asu (Anjing) oleh teman-temannya. Tapi hal itu tidak pernah dipikirkan olehnya. Entah karena kelakuannya memang seperti anjing, atau karena dia berpikir bahwa teman-temannya tidak kredible untuk menjuluki dirinya anjing, lantaran bagaimana mungkin anjing mejuluki orang lain anjing?

Sampai suatu ketika ada seseorang yang sudah secara usia jauh di atas dirinya mengatai “Asu, Bajingan koe yo Jhon!” (Anjing Bajingan kamu ya Jhon!) Lah, emang saya salah apa? Pikir Jhonni malam harinya. Dia tidak begitu mempermasalahkan apa yang sudah dia lakukan kepada orang itu, namun dia lebih tertarik akan estetika penggunaan kata “Asu” dan “Bajingan.”

Penggunaan kata Asu dan Bajingan dalam suatu umpatan (Jawa Tengah) merupakan suatu kombinasi yang sangat hebat. “Penemunya pasti seorang yang kejeniusannya tidak kalah dari Mozart dan Haydn” pikirnya. Karena sama dengan symphony yang diciptakan maestro-maestro tersebut, dari dua kata yang digabung itu bisa menghasilkan kelegaan batin tersendiri bagi para pengucapnya. Apalagi jika tekanan nada ketika sampai di huruf “B” dibuat tinggi sehingga suara yang dihasilkan terdengar “Buajingan!”

Asu adalah nama sebuah binatang yang kebetulan oleh Tuhan diharamkan, jangankan untuk dimakan, terkena endusan hidung si binatang itu saja adalah najis besar yang cara menghilangkannya harus dibasuh tujuh kali dan salah satunya dengan debu. Sewaktu SD si Jhonni sempet ndenger cerita mengenai penciptaan anjing. Bahwa gundukan tanah yang akan digunakan untuk menciptakan manusia diludahi oleh setan-setan. Oleh karena itu Tuhan menyuruh malaikat untuk membersihkan tanah yang terkena ludah dengan cara dicutik i. Dan “guk” ketika tanah-tanah hasil cutik an malaikat-malaikat tersebut terpisah, berubahlah menjadi anjing dan saudaranya, babi.

Entah sejak kapan, kemudian Asu berubah menjadi nama bagi orang yang “berkelakuan buruk.” Dan si Jhonni yakin seratus persen bahwa hewan yang bernama Asu tidak akan pernah terima jika namanya digunakan untuk menjuluki manusia yang berkelakuan buruk. Seandainya Asu bisa bericara, pasti hewan itu akan mendatangi komisi HAM (HAK ASU MANUSIA) untuk mengajukan gugatan terhadap pencemaran nama baik Asu.

“Kami bernama Asu karena Tuhan menjadikan kami sebagai Asu!” kata perwakilan Asu. “Jadi jangan pernah memakai nama kami untuk menjuluki kalian, umat manusia” tambahnya.

“Apa yang kalian harapkan dari Asu wahai manusia? Kelakuan kami memang begini dari dulu. Kami memang menjijikkan, lantas apa? Toh kami juga tidak pernah protes kepada Tuhan karena telah menciptakan kami dengan kondisi seperti ini.”

“Tetapi bagaimana dengan kalian para manusia, konon diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna karena mempunyai akal. Tetapi justru ingin menjajah dunia kami dengan berkelakuan seperti kami? Lantas menggunakan nama kami, Asu, untuk menyebut jenis kalian sendiri. Kami tidak terima!” lanjut orasi si Asu.

“Kalau kalian wahai manusia tetap ngotot menggunakan nama Asu, maka mulai detik ini, kami akan memanggil jenis kami yang berkelakuan diluar standar hukum perAsuan dengan umpatan “Manusia” untuk memperlihatkan betapa rendahnya derajat manusia dibandingkan dengan bangsa Asu.” Tutup pidato si Asu.

“Lantas bagaimana dengan Bajingan?” pikir si Jhonni.

Bajingan dalam bahasa jawa adalah tukang penarik gerobak. Lantas kenapa dijadikan sebagai bahan umpatan? Apakah pekerjaan sebagai penarik gerobak tidak terhormat? Lebih terhormat mana dibandingkan dengan Dewan Kehormatan Rakyat yang setiap hari muncul di televisi?

Jika ditelusuri dari sejarahnya, gerobak adalah kendaraan pengangkutan pada zaman dulu kala. Kemudian masuk bangsa penjajah yang membawa semangat pembaharuan, sehingga kendaraan angkut berevolusi menjadi mobil. Jadi jika ingin konsisten, seharusnya umpatan Bajingan harus diperbaharui menjadi “Supir!” Dan kalau sudah begitu,  masih adakah yang berani mengumpat di terminal?

“Ah, JANCUK! pancen paling enak” Umpat si Jhonni sambil ngluyur pergi.

Do You Want to Eat My Bananas?

Youw, Blurry Eyes!!

tooku no kaze wo
mi ni matou
anata ni wa todokanai
kotoba narabete mite mo
mata shisen wa dokoka
mado no mukou

kawaranai yokan wa tsudzuite-iru
ano hibi sae kumotte…

kago no naka no
tori no you na
utsuro na me ni furete-iru
gogo no hizashi wa maru de
anata wo soto e
sasou hikari

kawaranai yokan wa tsudzuite-iru
ano hibi sae kumotte shimau

meguri-kuru toki ni
yakusoku wo ubaware-sou
kono ryoute sashinobete mo
kokoro wa hanarete

Why do you stare at the sky with your blurry eyes?

[Abis ntu biasanya, si Tetsu ngeluarin pisangnya sambil teriak,
Do You Want to Eat My bananas?]

meguri-kuru toki ni
yakusoku wo ubaware-sou
kono ryoute sashi nobete mo
kokoro wa hanarete

meguri-kuru toki ni
taisetsu na hito wa mou
furimuita sono hitomi ni
chiisa na tameiki

(Your blurry eyes) …your blurry eyes
(Your blurry eyes) …kokoro wa
(Your blurry eyes) …hanarete
(Your blurry eyes) …yuku

Konser Anniversary ke 20. Udah konser ke Indonesia batal, eh waktu diputer di XXI Epicentrum kagak nonton =(

Letto | Seandainya

Seandainya

aku tahu kamu tak mau mengaku
aku tahu kamu sudah lama rindu
pada diriku teman baikmu
yang sebenarnya juga lama menunggumu

seandainya cinta tidak harus diungkapkan dengan kata
seandainya cinta ada sejuta rasa tuk berikannya

engkau tahu aku memang agak pemalu
engkau tahu aku yang juga merindu
pada dirimu teman baikku
yang seharusnya juga tahu tentang aku

seandainya cinta tidak harus diungkapkan dengan kata
seandainya cinta ada sejuta rasa tuk berikannya

seandainya cinta tidak harus diungkapkan dengan kata
seandainya cinta tidak harus diungkapkan dengan kata
seandainya cinta ada sejuta rasa tuk berikannya

Living in Your Eyes | L’arc En Ciel

Hitomi No Juunin

kazoekirenai demo sukoshi no saigetsu wa nagare
ittai kimi no koto wo dorekurai wakatteru no kana

yubisaki de chizu tadoru youni wa
umakuikanaine
kidzuiteiru yo, fuan sou na kao
kakushiteru kurai

isogiashi no ashita e to teikousuru youni
kake mayotte temo, fushigi na kurai
kono mune wa kimi wo egaku yo

miagereba kagayaki wa iroasezu afureteita
donna toki mo terashiteru
ano taiyou no youni naretanara

mou sukoshi dake,
kimi no nioi ni dakareteitai na
soto no kuuki ni kubiwa wo hikare,
boku wa se wo muketa

shiroku nijinda tameiki ni shirasareru
toki wo kurikaeshinagara futo omou no sa
naze boku wa, koko ni irundarou?

soba ni ite, zutto
kimi no egao wo mitsumeteitai
utsuriyuku shunkan wa
sono hitomi ni sundeitai

dokomademo, odayakana shikisai ni irodorareta
hitotsu no fuukeiga no naka yorisou youni;
toki wo tomete hoshii,
eien ni

soba ni ite, zutto
kimi no egao wo mitsumeteitai
utsuriyuku shunkan wa
sono hitomi ni sundeitai

itsu no hi ka, azayaka na kisetsu e to
tsuredasetara
yuki no youni sora ni saku hana no moto e,
hana no moto e…

English Version

Living In Your Eyes

I can’t count how long… but some time has passed
I wonder just how much I know about you?
Following along the map with my finger isn’t doing too much
I notice your uneasy face, though you are hiding it

As though resisting the face paced day that will be tomorrow
Even though I run about, it’s strange… my heart sketches you

When I looked up, radiance filled the sky, without fading
If only we could have been like the sun, shining all the time

I want to be held by your scent… for just a little longer
The air outside pulls at my collar, then I turned my back on it

My sighs, blurred white, tell me of the season
While repeating it all, suddenly I thought… why am I here?

I want to be by your side forever, gazing at your smile
I want to live each changing moment in your eyes
In that one scene, forever colored in gentle hues
In order for us to be closed, I want time to stop forever

I want to be by your side forever, gazing at your smile
I want to live each changing moment in your eyes
If one day I can take you out to a brilliant season
To where the flowers are, blooming in the sky like snow… to where the flowers are

it is so uncool

J A N C U K ! !

Chupid So Stupid

Apa sih yang dulu dikatakan oleh Romeo kepada Juliet?
Apakah sama dengan tanggapan Muhammad kepada Khadijah dan Aisyah?
Atau mungkin seperti apa yang diungkapkan Adam kepada Hawa?
Samakah dengan apa yang didengar Shinta dari Rama?
Syamsul Bahri dan Siti Nurbaya?
Nyanyian Ariel kepada Lunmay?
Lantas bagaimana dengan Jaka Tarub?
Tidak lama kemudian terdengar bisikan lembut yang membangunkanku dari lamunan,
“Hij? ni kanashii”
dan langsung saja ku cari sumber suara itu,
OH, CHUPID!! kapan pulang dari Kyushu?

Page 1 of 1012345...Last »